Sekretariat

Jl. Plumpang B No.30 RT.002/04
Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara
Telp              : (021) 4303949
Email            : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Facebook     : Yayasan Himmata

Twitter           :@YayasanHimmata

 

Contact Person Pengurus :
Sarkono         : 0812 1863 977
Syahrudin      : 0818 0833 3701
Murtadho       : 0878 8877 2770

Donasi Himmata

trans
logo bri
018601001117307
Yayasan Himmata

 

 

 

 

 lembar 12


 

 OAZIS3

 

 

 

 potret2

 

WhatsApp Image 2018-05-17 at 13.20.59

Pendidikan Keluarga di HIMMATA

 

 

 

Keberhasilan sistem pendidikan, tidak sepenuhnya karena satuan pendidikan (sekolah) dengan pemerintah. Melainkan, ada peran serta keluarga dan masyarakat, yang menentukan juga keberhasilan pendidikan.

 

 

Pendidikan merupakan tiga sarana utama pendukung dalam pendidikan, khususnya terhadap anak. Sarana tersebut meliputi rumah (keluarga), sekolah (guru), dan masyarakat (lingkungan).

 

 

dalam tulisan yang dipopolerkan bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara itu, sudah tercantum sangat jelas, bahwa pendidikan keluarga disebutkan paling awal. Baru sekolah dan masyarakat. mengapa demikian?, karena pendidikan keluarga merupakan pendidikan sesungguhnya anak-anak. termasuk juga, waktu anak bersama keluarga, merupakan porsi terbesar. setelah satuan pendidikan dan masyarakat.

 

 

Kenyataannya dilapangan terbalik. sekolah atau satuan pendidikan, justru dianggap memiliki peran yang sangat besar, terhadap pendidikan anak. sehingga, keterlibatan pendidikan keluarga dan masyarakat, sangat rendah. Akibatnya, pendidikan keluarga dan masyarakat ter-abaikan.

 

 

Padahal sesungguhnya, penguatan pendidikan karakter, meliputi integritas, religius, nasionalisme, gotong royong dan mandiri itu, dapat diwujudkan dalam pendidikan keluarga dan masyarakat. sementara, satuan pendidikan (sekolah), bertugas mendorong penguatan dibidang kompetensi dan literasi dasar.

 

 

Melalui penguatan karakter dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat, anak dapat diantisipasi terhadap tindakan yang merugikan. Misalnya tindakan kekerasan, narkoba (baik sebagai pengedar ataupun peng-konsumsi), Pornografi hingga pemikiran dan tindakan radikalisme.

Bagaimana untuk mewujudkan pendidikan keluarga dan masyarakat?, salah satu yang bisa dilakukan, yakni dengan cara penguatan peran komite sekolah.

 

Dalam Peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah, menyebutkan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.

 

Dalam pasal 2 disebutkan, bahwa Komite Sekolah berkedudukan di setiap Sekolah. Komite Sekolah berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dan Komite Sekolah menjalankan fungsinya secara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.

Dalam Permendikbud tersebut sudah sangat jelas, bahwa komite sekolah, yang berada di masing-masing sekolah, diberikan tugas untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan segala fungsi yang dijalankan, sifatnya gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel. Artinya, sesungguhnya, melalui Permendikbud tersebut peran untuk mewujudkan pendidikan keluarga dan masyarakat, ada di tangan komite sekolah.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, PKBM HIMMATA sebagai lembaga pendidikan yang ikut andil dalam mensukseskan setiap program pemerintah, Pada Hari Kamis, 10 Mei 2018 melaksanakan Kelas Parenting dengan tema Membangun Karakter dan Kecerdasan Anak dengan ara yang Menyenangkan. Kegiatan dibagi menjadi 4 kelas yang sasaranya adalah orang tua murid SD sebanyak 2 kelas dan SMP sebanyak 2 kelas. Adapun pengisi acara langsung diberikan oleh Ketua Yayasan HIMMATA Bpk. H. Sarkono dan Bendahara Yayasan Bpk. H. Murtadho.

 

Harapannya dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan kerjasama Antara Sekolah dan Orang tua serta masyarakat bersama-sama mendidik anak dengan satu tujuan untuk mengantarkan kesuksesan anak/ binaan Yayasan Himmata. Karena walaupun berada dalam kondisi kurang mampu, kedepan tidak ada yang bisa merubah status social masyarakat anak binaan Himmata jika tidak ada kemauan untuk mengubahnya. Bravo Himmata, Bravo Pendidikan di Indonesia.

 

WhatsApp Image 2018-05-10 at 09.49.47